Travel Stories : Rindu Liburan ke 3 Gili

Posted on

Rindu Liburan ke 3 gili adalah pemenang Travel story. Di mana, Pemenang lomba menulis tahap 1, sebagai rangkaian event series Travel Stories Event. Karya tulis admin sadur ulang dari karya Annisa Inneke. 

Sign Selamat Datang Gili Trawangan

Suatu hari di siang bolong, lagi asik rebahan untuk yang kesekian kalinya hari ini. Group whatsapp yang biasanya sepi mendadak heboh. Chat paling baru yang terbaca “Ayo! kapan kita berangkat.” Jempol yang lebih dahulu mengikuti rasa kepo ini bergerak cepat untuk menekan notifikasi di layar handphone.

Dimulai dengan kalimat “Gili udah buka nih.” ya ampun! Ternyata satu group heboh diskusi rencana untuk liburan 3 Gili di Lombok Utara. Jelas aja, terakhir kali kami kesana memang jadi liburan yang sulit dilupakan.

Dimulai dari saat naik kapal untuk menyeberang dari Lombok ke 3 Gili, kami langsung disambut ombak yang mengayun tinggi, rasanya tuh kayak naik kora-kora di Dufan, tapi yg ini lebih menantang. Seru! 

Pulau pertama yg kami singgahi adalah Gili Trawangan. Saat turun dari kapal, rasanya ini bukan Indonesia. Kanan kiri memandang banyak bule dan bahasa inggris di mana-mana. Terlintas rasa bangga Indonesia punya pulau secantik dan seramai ini, bahkan disukai oleh wisatawan asing. Semoga kedepannya 3 Gili di Lombok ini lebih dikenal dunia.

Belum selesai kami terkagum, pelangi di seberang lautan menampakan diri dengan bangganya. Seakan menyambut kedatangan kami di pulau ini. sekali yang bisa dilakukan di Gili Trawangan. Fasilitas akomodasi yang lengkap, makanan yang beragam, ditambah tidak ada polusi sama sekali. Karena di 3 Gili, alat transportasi yang digunakan hanyalah sepeda dan cidomo (dokar).

Pagi hari matahari terbit sedikit demi sedikit terlihat malu-malu. Sore hari matahari senja oranye itu begitu memikat, membuat penikmatnya tak bisa memalingkan mata. Di malam hari juga banyak live music bahkan party yang bisa dinikmati di kanan kiri jalan ditemani bulan yang terasa begitu dekat. 

Di tengah pulau Gili Trawangan, ada sebuah bukit yang bisa dijadikan spot foto luar biasa dengan tenaga ekstra untuk menaiki beberapa anak tangga dan jalan setapak. Dari puncak bukit, pemandangan pulau dengan hamparan lautan sejauh mata memandang yang menggetarkan hati. Ditambah goa dan bekas meriam peninggalan Jepang pada masa Perang Dunia II membuat kami merinding sekaligus takjub.

Lelah kami hilang sudah setelah sampai di Gili Air. Tempat spa dengan tenaga ahli banyak tersedia di sini. Walaupun tidak seramai Gili Trawangan, tapi Gili Air punya pesonanya sendiri. Suasana desa yg kental dengan kekeluargaan masih sangat terjaga. Pantai yang luas dengan hamparan pasir putih bikin betah berlama-lama di pantai Gili Air ini. 

Tak perlu naik kapal, snorkeling di pinggir pantai pun sudah bikin ketagihan. Ingin rasanya keliling pulau sambil intip bawah lautnya. Gili Air memang cocok untuk bersantai dan memanjakan diri. Pilihan yang tepat bagi kami yang sudah menghabiskan banyak energi untuk bersenang-senang di Gili Trawangan. Oh iya, kami bertemu biawak besar lohh di Gili Air. Tapi baru mau difoto, whuuuzz dia hilang 22di antara semak-semak, hiks.

Sedih rasanya mengingat waktu untuk liburan kami hanya tersisa beberapa hari. Kami pun menyempatkan diri ke Gili Meno. Yah sekalian melihat-lihat lokasi untuk honeymoon kan, walaupun belum punya calon, persiapan sedikit boleh dong?

Awalnya sih kaget, karena ketika turun kapal, suasana pelabuhan di Gili Meno pun agak lebih sepi dari kedua pulau tetangganya. Tapi justru ini yang menjadi daya tariknya Gili Meno. Langsung terbayang kalo bulan madu di sini pasti terasa dunia milik berdua.

Salah satu keunikan Gili Meno ini adalah danau air asin dan hutan bakau yang ada di tengah pulau. Ada juga Meno Wall tempat berkumpul para penyu. Sama seperti di Gili Trawangan, Gili Meno juga punya penangkaran penyu dan kita juga bisa melepas bayi-bayi penyu untuk kembali ke lautan.

Kegiatan paling terpenting di 3 Gili salah satunya adalah snorkeling trip dimana kita bisa melihat keindahan dalam laut di berbagai spot yang tak terlupakan. Mau yang lebih seru? Bisa! Diving aja. Menyelam juga salah satu kegiatan mendebarkan yang bikin kita tak mau pulang. Free dive atau ambil kursus diving juga asik buat rencana liburan selanjutnya.

Tanpa sadar ada 98 chat whatsapp yang belum terbaca. “Oke, bulan depan kita berangkat!.” Padahal aku belum ikutan diskusi, ternyata sudah ada hasilnya. Yah tanpa pikir panjang lagi langsung kutulis satu kata sambil tersenyum, “Oke.”

*** Karya Tulis Annisa Inneke, Pemenang Lomba Menulis BPPD Lombok Utara

Leave a Reply

Your email address will not be published.